Rabu, 09 April 2014

Burung Robin Pekin


Burung robin memiliki harga cukup tinggi, karena stok di pasaran cenderung tak menentu. Di beberapa pasar burung, harga bakalan sekitar Rp 500.000 – Rp 750.000, tetapi kalau sudah gacor mencapai Rp 750.000 hingga Rp 900.000. Burung kecil penuh warna ini relatif mudah dalam perawatannya. Meski suaranya tidak terlalu bervariasi, volumenya yang lantang dan sifat atraktifnya mampu memikat hati penggemarnya. Terlebih bagi kicaumania masa lampau yang ingin bernostalgia seperti pada era 1990-an.
Sama seperti poksay hongkong pipi putih, poksay jambul, dan samho, robin bisa dibilang sebagai burung nostalgi. Para pemelihara umumnya ingin mengenang kembali masa kejayaan burung-burung tersebut.
Robin atau pekin robin (Leiothrix lutea ) biasanya diimpor dari China. Jadi, jika menurut silsilahnya, burung ini masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan burung pancawarna(Leiothrix argentauris).
Wilayah persebaran kedua burung ini antara lain Himalaya, wilayah selatan dan timur China, serta kawasan Indochina (Kamboja, Myanmar, Vietnam, dan Laos). Tetapi, khusus pancawarna, wilayah persebarannya mencapai Semenanjung Malaysia dan Sumatera.
Bagi masyarakat etnis Tionghoa, baik di Indonesia maupun di mancanegara, burung robin memiliki mitos tersendiri, yang menjadi alasan mengapa banyak orang memeliharanya (meski ocehannya tidak terlalu variatif). Anda ingat mitos soal ikan arwana? Ya, seperti itulah posisi burung robin dalam kepercayaan mereka. Robin dipercaya sebagai lambang keberuntungan. Kita tidak ingin menonjolkan mitos, hanya sekadar menghargai kepercayaan sebuah komunitas saja.
Dengan alasan itulah, mengapa banyak orang di Eropa dan Amerika senang memelihara burung robin. Dulu, banyak imigran asal China yang membawa burung ini ke negara baru masing-masing. Maraknya perdagangan robin di Amerika Serikat akhirnya berbuntut panjang, ketika satwa ini ditempatkan pada Daftar II CITES, guna mencegah masuk ke Negeri Paman Sam.
Hal ini mendorong sejumlah penggemar burung di sana untuk menangkarkan burung robin. Tak heran jika di Amerika Serikat dbanyak burung robin yang dijual dinegara-negara tersebut yang merupakan hasil tangkaran dan tidak tergantung pada impor dari negara asal burung robin ini, suatu hal yang layak di contoh oleh kicau mania di negara kita.


sumber www.http://omkicau.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar