Sabtu, 12 April 2014

Burung Sanger


Edel sanger merupakan masih salah satu burung yang memiliki keluarga jenis burung kenari, biasanya para kicau mania selain menangkar, atau  menikmati suara ocehan yang rajin, mereka juga menggunakan untuk memaster burung kenari idamanya supaya memiliki lagu ngerol layaknya edel sanger. Edel sanger memiliki kemiripan dengan jenis burung import blacktroath, tetapi perbedaanya edel sanger tidak memiliki warna kuning diatas ekor dan bagian dadanya lebih terlihat ke abu-abuan berbeda dengan blacktroath yang lebih cenderung hitam pada bagian dada dan lehernya. Burung sanger berasal dari afrika, namun sekarang sudah mulai banyak para pecinta jenis burung finch yang menangkarkanya. Harga edel sanger standart import kisaran 450-500ribuan /ekor, lokal/hasil penangkaran di indonesia sendiri harga anakan umuran 1-3bulan kisaran 550-650ribuan /ekornya, tetapi bisa menjadikan kemungkinan lain tempat, lain pula harganya, lain kualitas lain pula harga. Jadi harga burung tidak bisa disamakan rata, tentu kualitas baik harga juga tinggi, itu sudah hukum ekonomi. Tetapi bagi pembeli juga pastinya memiliki hukum ekonomi sendiri yang tentunya kebalikanya, harga murah dan kualitas baik , hehehe.

    Makanan burung edel sanger tidak berbeda dengan blacktroath, sanger juga memakan biji-bijian, sayuran, serta buah-buahan juga baik untuknya, untuk tambahan bisa diberikan telur puyuh dan sedikit kroto, tergantung pola perawatan anda pribadi tentunya. Burung sanger jantan dan betina semua bunyi, tetapi jika sanger betina, merika berbunyi pada saat-saat tertentu, contohnya pada saat birahi. Sanger betina pada saat birahi bisa berbunyi nyaring, meskipun tidak ngerol sepanjang burung sanger jantan. Tentu tidak mudah bagi pemula untuk bisa membedakan tentang masalah tersebut. Hal ini yang biasa membuat pembeli terkecoh, beli sanger gacor eh selang 1 minggu nelur gemuk. Sebab banyak yang bilang sanger betina tidak bisa bunyi itu salah, memang sanger betina bisa bunyi pada saat-saat tertentu. Berbeda dengan sanger jantan,sanger yang muda tetapi sudah ngerol, dengan seiring berjalan waktu berbunyi makin keras dan ngerol semakin rapat, itu bisa dipastikan betina. Intinya perbedaan sanger jantan dan betina itu adalah dengan mendengar suara ngerol nya. Untuk sebagai acuan meskipun tidak bisa dijadikan patokan mutlak 100%, sebab sanger merupakan jenis burung monomorfik, saya ingin menjelaskan perbedaan burung sanger jantan dan betina.

Perbedaan Burung Edel Sanger Jantan dan Betina :
JANTAN
* Bagian dada lebih sedikit bercak hitamnya, jadi dada cenderung abu-abu condong ke putih
* Atas mata jika diperhatikan seperti memiliki bulu-bulu warna putih atau cerah tidak abu-abu gelap
* Suara jantan lebih variatif ngerolnya lebih panjang dan lebih lantang

BETINA
* Bagian dada cenderung berwarna abu-abu gelap
* Atas mata bulu-bulunya yang tumbuh terlihat abu-abu hitam
* Suara betina betina ngerolnya cuit-cuit dan kurang variatif, sulit dijelaskan, tetapi jika anda sudah mencoba menemui langsung pasti bisa membedakan suaranya. Sebab pada saat birahi burung betina juga bisa ngerol berkepanjangan.

Diatas merupakan sedikit kesimpulan antara perbedaan burung sanger jantan dan betina, meskipun tidak bisa dipastikan kebenaranya 100%, tetapi setidaknya dengan ciri diatas lebih bisa memberikan acuan pada saat pemilihan gambling.


sumber http://kicaumaniaindonesion.blogspot.com

Jumat, 11 April 2014

Burung Ciblek kristal Dan Semi

Burung yang berukuran kecil dengan total sekitar 13cm ini merupakan yang banyak di cari para pecinta kicau burung di karenakan memiliki suara yang bagus, burung yang memiliki nama ilmiahPrinia Familiaris Horsfiled memiliki  ciri khas di sayapnya yang memiliki dua garis putih serta ekor panjang dengan warna hitam dan putih dan di badan depan dan kakinya yang memiliki warna bulu keabu-abuan.

Burung yang dalam bahasa inggris Bar-winged Prinia ini biasa hidup di sekitar sawah, pegunungan,taman bersemak, perkebunan bakau. Burung ini sangat lincah sekali dan biasa membawa teman saat keluar, burung ini memburu makanan berupa serangga, ulat dan buah.

gambar ciblek kristal

gambar ciblek semi

sumber http://burungkicaunusantara.blogspot.com

Burung Ciblek




Burung ciblek di pasaran saat ini ada dua jenis yaitu Prinia familiaris familiaris dan Prinia familiaris olivaces. Kalau masih muda akan sangat sulit membedakan keduanya, tetapi ketika sudah dewasa akan mudah sekali membedakannya apalagi ketika berkicau.



Pada jenis Prinia familiaris familiaris warna bulu lebih gelap, garis putih di sayap lebih lebar, badan lebih lebar, dan dada tampak bidang, jantannya bersuara keras, tajam dan tebal membentuk vokal ciikrak…ciikrak.. yang dikombinasi suara cicitan, penyebarannya di daerah Jawa Timur, Bali dan Jawa Barat.

Pada Prinia familiaris olivaces warna bulu tampak lebih terang atau lebih muda, garis putih di sayap lebih pendek dan agak kecil, tubuh tampak ramping, serta dada tidak terlalu bidang, bulu dada jantannya hitam yang tampak tipis atau samar, kicauannya lebih menonjolkan jeritan panjang satu nada dan tidak membentuk vokal seperti ciikrak..ciikrak..cet..cet.. oleh karena vokal suaranya tidak terbentuk maka suara kicauannya terdengar tipis dan kurang keras. Penyebarannya di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera.

Penyebaran:

Ciblek lebih banyak dijumpai di Jawa, Bali dan Sumatera.

Habitat:

Daerah sawah, kebun, ladang, pinggiran hutan dan di sekitar rumah penduduk, dari dataran rendah hingga pada ketinggian 1000 m dpl sangat mungkin dijumpai burung ciblek. Musim berkembangbiaknya tidak pasti, akan tetapi pada umumnya mereka berkembangbiak pada saat menjelang musim hujan dengan jumlah telur yang dihasilkan antara 2 sampai dengan 3 butir. Makanan alami yang paling disukai ciblek adalah serangga, seperti ulat daun, rayap, telur kupu-kupu, telur semut dan jenis serangga lainnya.

Membedakan Ciblek Jantan dengan Ciblek Betina

Ciri-ciri ciblek jantan antara lain: badan lebih besar dan ekornya lebih panjang dari yang betina, bulu dada atas dan samping kanan kiri berwarna hitam, bulu dada ke bagian perut kuning keputih-putihan, atap kepala hingga ke sayap abu-abu gelap, untuk ciblek dewasa paruh bawah berwarna hitam,bunyi suara ciikrak…ciikrak..!! Sedangkan untuk ciri-ciri ciblek betina adalah: badan lebih kecil serta ekor lebih pendek dari yang jantan, bulu dada kuning keputihan, bulu atap kepala hingga ke sayap abu-abu pucat, untuk burung dewasa paruh bawah berwarna putih, mempunyai alis berwarna putih di atas mata, serta bunyi suara cineniin…cineniin…

Daya Tarik burung Ciblek

Daya tarik burung ciblek umumnya pada suara kicauannya, meskipun senada kicauannya menarik dinikmati ketika berulang-ulang dan terus-menerus terlebih lagi apabila kicauannya pada tempo yang tinggi dalam waktu lama.

Ciri-ciri ciblek yang baik

Umumnya ciblek dikatakan baik apabila telah rajin berkicau, namun hal ini belum menjadi ukuran kalau ingin membawanya ke arena lomba, suara kicauannya dikatakan baik kalau volumenya besar, keras, tajam, cepat dan tebal, hal ini sangat tidak mungkin dperoleh pada ciblek bakalan atau baru ditangkap. Biasanya suara burung berkicau yang baik dapat ditandai dengan meliha paruhnya, paruh yang agak panjang dan tidak begitu tebal menandakan burng memiliki suara yang baik dan rajin berkicau, sementara paruh yang pendek dan tipis biasanya kicauannya jarang dan ngambang.

Perawatan ciblek dari bakalan muda hutan yang belum makan voer

Menjinakkan bakalan ciblek muda hutan dari hasil tangkapan atau membeli di pasar burung yang belum makan voer sangat mudah, beberapa langkah perawatannya adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengkondisikan ciblek tersebut pada sangkar barunya sebaiknya ciblek di masukkan sangkar yang ketiga sisinya (samping kiri kanan dan belakang) ditutup dengan koran ataupun kain, kemudian ditaruh di tempat yang sepi, selama kurang lebih 3 (tiga) hari ciblek dikasih kroto segar setiap pagi dan sore.minuman bisa dicampur dengan multivitamin/antistress untuk burung.



2. Hari selanjutnya adalah meracik campuran kroto dengan voer lembut ditambah air sedikit. 2-3 hari pertama komposisi kroto dengan voer adalah 75%:25%; 2-3 hari kemudian 50%:50%; 2-3 hari kemudian 25%:75%. Pemberian campuran kroto dengan voer ini diberikan pada pagi dan sore hari, bisa ditambah dengan 2 (dua) ekor jangkrik kecil. Kira-kira 6 – 9 hari ciblek sudah mau makan voer, dengan melihat kotorannya yang sudah berwarna seperti warna voer. Campuran kroto bisa diganti dengan ulat hongkong.

3. Setelah warna kotorannya sudah menyerupai warna voer langkah selanjutnya adalah memberikan voer kering 100% selama 1 minggu yang diselingi dengan pemberian extra fooding berupa kroto segar/ jangkrik/ ulat hongkong dengan jumlah terbatas setiap pagi dan sore, sekaligus membuka ketiga sisi sangkar yang tertutup. Hal ini dilakukan untuk membiasakan secara perlahan-lahan terhadap dunia barunya. Pada tahap ini ciblek sudah dapat makan voer secara total, namun karena burung ciblek adalah burung pemakan serangga alangkah baiknya jika ciblek diberikan selingan jangkrik/ kroto/ ulat hongkong walaupun 1 (satu) hari sekali dengan jumlah 2-3 ekor jangkrik kecil atau 3-4 ekor ulat hongkong atau ½ sendok teh kroto.

4. Untuk menjinakkan ciblek, trik selanjutnya adalah menaruh burung ciblek pada keramaian dengan menggantungkannya pada posisi yang agak tinggi kemudian setiap pekan berangsur-angsur semakin rendah, sambil dilatih pemberian extra fooding dengan tangan.

5. Setelah 3 – 4 bulan burung ciblek anda akan berkicau dengan riang.


Pemberian kroto setiap hari akan merangsang burung ciblek cepat berkicau.

Perawatan burung ciblek supaya rajin berkicau

Untuk menjadikan burung ciblek anda rajin berkicau berikut tips perawatannya:

1. Pagi jam 05.00 WIB buka krodong, kemudian digantang di luar rumah, para kicaumania sering menyebut diembun-embunkan, namun sebenarnya untuk semua jenis burung senang akan suasana pagi hari menjelang matahari terbit.

2. Jam 07.00 WIB ciblek diberikan extra fooding berupa jangkrik kecil 2-3 ekor, kroto ¼ – ½ sendok teh, ulat hongkong 2 – 4 ekor (pemberian extra fooding bisa disesuaikan dengan settingan), kemudian disemprot dengan setelan semprotan lembut.

3. Penjemuran bisa dilakukan pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB.

4. Setelah itu di gantang ditempat yang teduh.

5. Sore hari jam 16.00 WIB pemberian extrafooding dengan jumlah yang sama dengan pemberian extra fooding pagi harinya.

6. Sore jam 17.00 WIB burung dikrodong.

Demikian sedikit ulasan seluk beluk burung ciblek, semoga bermanfaat, 

sumber http://diinfokan.blogspot.com

Kamis, 10 April 2014

Burung Murai Batu


Burung murai batu (Copychus malabaricus) adalah anggota keluarga Turdidae. Burung keluarga Turdidae dikenal memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi. Ketenaran burung murai batu bukan hanya sekedar dari suaranya yang merdu, namum juga gaya bertarungnya yang sangat aktraktif.
Jenis-jenis murai batu yang dikenal di Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Murai batu medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 – 30 cm.
  • Murai Aceh, di kaki G Leuser wilayah Aceh. Panjang ekor 25 – 30 cm.
  • Murai batu Nias, panjang ekor 20 – 25 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam.
  • Murai Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi.
  • Murai batu Lampung, hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 – 20 cm.
  • Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan. Penyebaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 – 12 cm.
  • Murai Palangka (Borneo), panjang ekor 15 – 18 cm. Hidup di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
  • Larwo (Murai Jawa), hidup di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Panjang ekor 8 – 10 cm.
Selain dari 8 sub-spesies murai batu di atas, masih ada murai batu yang berasal dari negeri tetangga, yaitu :
  1. Murai batu Malaysia, wilayah Penang. Ekor tipis dan panjang sekitar 30 – 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai medan.
  2. Murai batu Thailand, hidup di perbatasan Thailand dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 – 35 cm dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).
  3. Murai batu Philippine, wilayah Luzon dan Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut murai hias, karena memiliki warna tubuh yang sangat indah.
Ciri jantan dan betina murai batu dewasa sebenarnya mudah dibedakan. Untuk murai dengan sub-spesies yang sama, maka untuk warna bulu jantan lebih mengkilat. Hitamnya hitam pekat kebiruan (berkilau, nyambeliler, seperti berhologram), sedangkan warna merahnya atau coklat, terlihat tajam kontras dengan warna di sebelahnya (hitam atau putih).
Murai batu yang satu sub-spesies, ekor jantan lebih panjang ketimbang betinanya. Sedangkan lagunya, jantan lebih bervariasi.

sumber = http://omkicau.com

Rabu, 09 April 2014

Burung Cucak Ijo




Burung Cucak Hijau (Burung Cucak Ijo) adalah salah satu burung yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bintangnya semakin gemilang, terbukti di lomba-lomba burung berkicau di beberapa daerah, kelas yang dibuka untuk burung ini selalu penuh. Bahkan sudah sangat banyak transfer gacoan Cucak Hijau dengan nilai sangat fantastis. 

KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK HIJAU
  • Semi fighter. Burung Cucak Hijau bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
  • Takut gelap. Burung Cucak Hijau tidak suka gelap dan gampang panik apabila berada pada lingkungan atau suasana yang gelap. Hindari menempatkan burung ini pada tempat yang gelap, apalagi membawanya pada malam hari. Karena akan mengakibatkan burung ini akan panik, nabrak ruji kurungan, bulunya rontok dan dapat menjadi stress.
  • Sangat cerdas, gampang menirukan tapi sangat gampang lupa. Dalam kondisi normal, burung ini dapat merekam suara isian yang ada disekitarnya dengan sangat cepat. Sangat mudah di master, tetapi apabila dalam kurun waktu tertentu tidak mendengar suara-suara master yang sudah ada, maka dengan gampang hilang dari memorinya.
  • Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung Cucak Hijau mudah jinak kepada manusia.

PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK(CIRI-CIRI BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Hijau.
  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari  postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.  
MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU
  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolismesetiap burung Cucak Hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • Buah Segar, burung Cucak Hijau sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandungVitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
sumber http://www.smartmastering.com

Burung Kacer




Burung Kacer merupakan salah satu burung petarung yang memiliki gaya paling eksotis, disamping suaranya yang sangat memukau. Merawat burung Kacer sangat mudah dan menyenangkan.

KARAKTER DASAR BURUNG KACER
  • Mudah beradaptasi, burung Kacer sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
  • Petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara burung lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
  • Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Kacer betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
  • Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
  • Kuda Laut-Mbagong-Mbedesi. Setiap burung Kacer memiliki karakter ini, karena ini merupakan karakter dasar dari burung Kacer. Ada beberapa sebab yang membuat burung Kacer mbedesi atau mbagong, yaitu: terlalu birahi, tidak kondisi (mau mabung atau sedang mabung), jatuh mental dan kurang birahi.


PEMILIHAN BAHAN BURUNG KACER YANG BAIK(CIRI-CIRI BURUNG KACER YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Kacer.
  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Kacer jantan dapat dilihat warna bulu hitam yang tegas mengkilap dan kontras.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG KACER
  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolismesetiap burung Kacer. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Kacer  yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.


sumber http://www.smartmastering.com

Burung Robin Pekin


Burung robin memiliki harga cukup tinggi, karena stok di pasaran cenderung tak menentu. Di beberapa pasar burung, harga bakalan sekitar Rp 500.000 – Rp 750.000, tetapi kalau sudah gacor mencapai Rp 750.000 hingga Rp 900.000. Burung kecil penuh warna ini relatif mudah dalam perawatannya. Meski suaranya tidak terlalu bervariasi, volumenya yang lantang dan sifat atraktifnya mampu memikat hati penggemarnya. Terlebih bagi kicaumania masa lampau yang ingin bernostalgia seperti pada era 1990-an.
Sama seperti poksay hongkong pipi putih, poksay jambul, dan samho, robin bisa dibilang sebagai burung nostalgi. Para pemelihara umumnya ingin mengenang kembali masa kejayaan burung-burung tersebut.
Robin atau pekin robin (Leiothrix lutea ) biasanya diimpor dari China. Jadi, jika menurut silsilahnya, burung ini masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan burung pancawarna(Leiothrix argentauris).
Wilayah persebaran kedua burung ini antara lain Himalaya, wilayah selatan dan timur China, serta kawasan Indochina (Kamboja, Myanmar, Vietnam, dan Laos). Tetapi, khusus pancawarna, wilayah persebarannya mencapai Semenanjung Malaysia dan Sumatera.
Bagi masyarakat etnis Tionghoa, baik di Indonesia maupun di mancanegara, burung robin memiliki mitos tersendiri, yang menjadi alasan mengapa banyak orang memeliharanya (meski ocehannya tidak terlalu variatif). Anda ingat mitos soal ikan arwana? Ya, seperti itulah posisi burung robin dalam kepercayaan mereka. Robin dipercaya sebagai lambang keberuntungan. Kita tidak ingin menonjolkan mitos, hanya sekadar menghargai kepercayaan sebuah komunitas saja.
Dengan alasan itulah, mengapa banyak orang di Eropa dan Amerika senang memelihara burung robin. Dulu, banyak imigran asal China yang membawa burung ini ke negara baru masing-masing. Maraknya perdagangan robin di Amerika Serikat akhirnya berbuntut panjang, ketika satwa ini ditempatkan pada Daftar II CITES, guna mencegah masuk ke Negeri Paman Sam.
Hal ini mendorong sejumlah penggemar burung di sana untuk menangkarkan burung robin. Tak heran jika di Amerika Serikat dbanyak burung robin yang dijual dinegara-negara tersebut yang merupakan hasil tangkaran dan tidak tergantung pada impor dari negara asal burung robin ini, suatu hal yang layak di contoh oleh kicau mania di negara kita.


sumber www.http://omkicau.com/